Kota PekanbaruRagam

WAPI Gelar Aksi di BWS Sumatera V, Desak Transparansi dan Evaluasi Proyek Pengerukan Muaro Ulak Karang

10
×

WAPI Gelar Aksi di BWS Sumatera V, Desak Transparansi dan Evaluasi Proyek Pengerukan Muaro Ulak Karang

Sebarkan artikel ini

Padang– Wadah Aspirasi Pemuda Indonesia (WAPI) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Jumat (31/7).

Aksi yang diikuti puluhan massa tersebut merupakan bentuk protes terhadap pelaksanaan proyek pengerukan Muaro Ulak Karang yang dinilai belum memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan masyarakat, khususnya para nelayan.

Example 600x300

 

WAPI menilai proyek pengerukan yang telah dilaksanakan belum mampu mengembalikan fungsi alur pelayaran di Muaro Ulak Karang. Hingga saat ini, kondisi alur masih mengalami pendangkalan sehingga air surut dan kapal-kapal nelayan kesulitan keluar masuk muara. Akibatnya, aktivitas melaut masyarakat nelayan terganggu dan berdampak pada mata pencaharian mereka.

 

Sebelumnya, persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak BWS Sumatera V. Bahkan, alat berat telah diturunkan untuk melakukan penanganan. Namun, menurut WAPI, hasil pekerjaan tersebut belum memberikan perubahan yang signifikan sehingga persoalan pendangkalan masih terus terjadi.

 

Dalam aksi tersebut, WAPI membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak BWS Sumatera V untuk memberikan penjelasan secara terbuka terkait perencanaan, pelaksanaan, serta progres proyek pengerukan Muaro Ulak Karang. Selain itu, WAPI juga meminta transparansi penggunaan anggaran, evaluasi menyeluruh terhadap proyek, serta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan yang dinilai tidak maksimal.

 

Aksi berlangsung di halaman Kantor BWS Sumatera V dengan pengawalan aparat kepolisian. Namun, massa mengaku kecewa karena Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BWS Sumatera V tidak hadir menemui peserta aksi. Berdasarkan informasi yang diterima massa, Plt. Kepala BWS Sumatera V sedang melaksanakan kegiatan di luar kota.

 

WAPI menilai alasan tersebut tidak dapat diterima karena surat pemberitahuan aksi telah disampaikan beberapa hari sebelum pelaksanaan demonstrasi. Menurut WAPI, ketidakhadiran pimpinan BWS menunjukkan kurangnya komitmen dalam merespons aspirasi masyarakat yang terdampak oleh proyek tersebut.

 

“Kami sangat kecewa karena tidak ada itikad baik dari Plt. Kepala BWS Sumatera V untuk menemui massa aksi. Padahal surat pemberitahuan sudah kami sampaikan jauh hari sebelum aksi berlangsung. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan yang hingga hari ini masih merasakan dampak dari proyek yang tidak maksimal,” ujar Ferdy Ansyah Ritonga selaku ketua Umum WAPI.

 

WAPI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari BWS Sumatera V. Organisasi tersebut juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan secara berjilid apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

 

“Kami akan terus melakukan aksi sampai ada kejelasan dan pertanggungjawaban atas proyek ini. Kami ingin masyarakat nelayan mendapatkan haknya dan proyek yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas WAPI.

 

Aksi berakhir dalam keadaan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. WAPI berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar persoalan pendangkalan di Muaro Ulak Karang dapat diselesaikan dan aktivitas nelayan kembali berjalan normal.

error: Content is protected !!