REPULIKMATA.CO.ID, ROKAN HULU — Sebanyak 10 warga mendapatkan paket perjalanan ibadah umrah dari PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam kegiatan bertajuk “Tasyakuran Dalam Kebersamaan, Menguatkan Kemitraan, Menjemput Keberkahan”.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pertemuan Dusun I Kuala Mahato, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Minggu (23/8/2026).
Pemberian paket umrah menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dihadirkan perusahaan bagi masyarakat. Selain doorprize, kegiatan juga diisi dengan santunan anak yatim, tausiah, doa bersama serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Direktur Operasional PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Tuhu Bangun, mengatakan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, koperasi, masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam pengelolaan perkebunan.
Menurut dia, kemitraan tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Pengelolaan perkebunan harus dilakukan secara produktif, tertib dan berkelanjutan dengan tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk tumbuh bersama perusahaan,” demikian inti pernyataannya sebagaimana dikutip dari rilisan kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, Agrinas juga memperkuat pola kemitraan berbasis koperasi bersama masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sepuluh paket perjalanan umrah yang diberikan menjadi bagian dari program sosial dan keagamaan perusahaan. Bagi para penerima, hadiah tersebut memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
Agrinas menyebut penguatan kemitraan berbasis koperasi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional, termasuk Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berupaya memadukan program kemitraan ekonomi dengan kegiatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari hubungan dengan masyarakat di wilayah operasionalnya.











