Nasional

Konsolidasi Riset Nasional, Presiden Prabowo Panggil Peneliti BRIN Bahas Solusi Sampah hingga Energi

19
×

Konsolidasi Riset Nasional, Presiden Prabowo Panggil Peneliti BRIN Bahas Solusi Sampah hingga Energi

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto di hadapan ratusan peneliti BRIN bahas inovasi berkelanjutan guna mendukung program pemerintah. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil ratusan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tingkat tinggi ini difokuskan untuk mengonsolidasikan hasil riset dan teknologi guna mendukung pencapaian program-program prioritas pemerintah.

Example 600x300

Dalam pemaparannya, para peneliti BRIN menyajikan sejumlah solusi berbasis sains untuk mengatasi tantangan strategis nasional, seperti pengelolaan sampah terpadu, ketahanan pangan, hingga proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).

Kepala BRIN Arif Satria mengonfirmasi bahwa pimpinan negara menginstruksikan lembaga riset nasional untuk memetakan serta memamerkan produk-produk inovasi karya anak bangsa yang siap diproduksi massal maupun yang sedang dalam tahap penyelesaian.

“Kami mendapat undangan lebih khusus lagi untuk menyampaikan secara lebih utuh kira-kira inovasi BRIN itu apa saja. Dan kami pun diminta menghadirkan produk-produk yang sudah kami hasilkan maupun yang saat ini dalam proses penyelesaian,” ujar Arif Satria di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Pamerkan Inovasi Konkrit dari Energi hingga Pangan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung sejumlah sampel produk inovatif hasil pengembangan peneliti BRIN.

Beberapa produk yang dipamerkan meliputi genteng berbasis material terbarukan, sepatu inovatif, produk pangan olahan tinggi gizi, stasiun pengisian baterai kendaraan listrik, hingga prototipe sepeda motor listrik yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas.

Arif Satria juga menyoroti salah satu proyek strategis, yakni Advanced Green Fuel (ANG) atau bahan bakar hijau tingkat lanjut, yang diproyeksikan dapat mengakselerasi kemandirian energi nasional.

“Seperti ANG, yang itu bisa menjadi salah satu revolusi energi di Indonesia,” tutur Arif.

Sinergi Sains dan Eksekusi Kebijakan Publik

Konsolidasi ini dimaksudkan untuk memperpendek jarak antara dunia riset (lab-to-market) dan eksekusi kebijakan pemerintah.

Arah riset nasional kini ditargetkan mendukung secara langsung percepatan swasembada pangan, hilirisasi industri, teknologi kesehatan, serta program pemenuhan gizi masyarakat.

Melalui sinergi erat antara Istana dan BRIN, hasil inovasi teknologi dalam negeri diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademis, melainkan dapat diimplementasikan secara komersial dan dimanfaatkan nyata dalam pembangunan infrastruktur nasional. (*)

error: Content is protected !!