Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
HukrimKabupaten Kampar

Kampar Kiri Darurat PETI! Kapolres dan Kasatreskrim Didesak Dicopot, Publik Nilai Penegakan Hukum Semakin Bobrok

10
×

Kampar Kiri Darurat PETI! Kapolres dan Kasatreskrim Didesak Dicopot, Publik Nilai Penegakan Hukum Semakin Bobrok

Sebarkan artikel ini

Kampar — Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kampar Kiri kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas ilegal yang diduga berlangsung terang-terangan itu dinilai semakin memperburuk citra penegakan hukum di Kabupaten Kampar, khususnya di bawah kepemimpinan Kapolres Kampar AKBP Bobby.

Hampir memasuki dua bulan pergantian jabatan Kasatreskrim Polres Kampar kepada AKP I Gede Yoga Eka Pranata, masyarakat justru menilai belum terlihat langkah tegas dan konkret dalam memberantas aktivitas PETI yang terus menjamur di sejumlah titik di Kampar Kiri. Minggu (10/5/2026).

Example 600x300

Sejumlah pemerhati sosial dan tokoh masyarakat Kabupaten Kampar menyampaikan kekecewaan terhadap lemahnya pengawasan serta penindakan yang dilakukan aparat penegak hukum. Mereka menilai aktivitas PETI bukan lagi persoalan tersembunyi, melainkan sudah berlangsung secara terbuka dan menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

“Jika aktivitas ilegal ini terus berlangsung tanpa penindakan serius, maka publik patut mempertanyakan komitmen Polres Kampar dalam menegakkan hukum. Jangan sampai muncul asumsi adanya pembiaran terhadap aktivitas yang merusak lingkungan dan merugikan negara,” ujar salah seorang pemerhati Kabupaten Kampar kepada wartawan.

Selain berdampak terhadap kerusakan lingkungan, aktivitas PETI juga disebut berpotensi memicu konflik sosial, pencemaran aliran sungai, hingga ancaman keselamatan masyarakat sekitar akibat penggunaan alat berat dan bahan berbahaya dalam proses penambangan.

Pemerhati Kabupaten Kampar juga mendesak Kapolda Riau untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polres Kampar. Mereka meminta agar Kapolres Kampar AKBP Bobby dan Kasatreskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata dicopot dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu menghentikan maraknya aktivitas PETI di wilayah hukum Kabupaten Kampar.

“Kapolda Riau harus turun tangan. Jangan biarkan citra institusi kepolisian terus tercoreng akibat lemahnya penindakan terhadap PETI ilegal,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Kampar belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah Kampar Kiri serta tuntutan evaluasi terhadap pimpinan Polres Kampar tersebut.

Example 600x300
error: Content is protected !!