Republikmata.co.id, KAMPAR — Warga Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau, mengaku resah dengan dugaan maraknya peredaran narkoba di lingkungan mereka. Kondisi tersebut disebut tidak hanya mengganggu ketenteraman masyarakat, tetapi juga berdampak pada meningkatnya aksi pencurian buah kelapa sawit milik warga.
Sejumlah masyarakat menyebut situasi di desa mulai mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir. Dugaan penyalahgunaan narkoba dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak kriminal, khususnya pencurian hasil kebun sawit milik masyarakat.
“Saat ini masyarakat sangat resah. Buah sawit warga sering hilang. Kami menduga ini ada kaitannya dengan maraknya narkoba di desa,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Sabtu (9/5/2026).
Menurut warga, pencurian sawit terjadi hampir di beberapa titik kebun masyarakat.
Bahkan, ada petani yang mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah akibat kehilangan tandan buah segar (TBS) sawit.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat. Jangan sampai generasi muda rusak dan kriminalitas semakin meningkat,” tambah warga lainnya.
Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk lebih aktif melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada kalangan remaja dan pemuda.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar tersebut.(**)















