Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
Ragam

Ditjen Migas dan SKK Migas Tinjau Program PPM KKKS Texcal Energy Mahato di SMA Negeri 1 Tapung

4
×

Ditjen Migas dan SKK Migas Tinjau Program PPM KKKS Texcal Energy Mahato di SMA Negeri 1 Tapung

Sebarkan artikel ini

REPUBLIKMATA.CO.ID, TAPUNG, KAMPAR – Tim Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumbagut serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Texcal Energy Mahato melakukan kunjungan lapangan dalam rangka pengawasan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) wilayah kerja Mahato, di SMA Negeri 1 Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

Kunjungan tersebut berlangsung pada hari Rabu Tanggal 22 Juli 2026 dan rombongan tiba di lingkungan SMA Negeri 1 Tapung sekitar pukul 10.15 WIB.

Example 600x300

Kedatangan rombongan disambut dengan pertunjukan pencak silat yang ditampilkan oleh para siswa SMA Negeri 1 Tapung, Dalam prosesi penyambutan, Komite SMA Negeri 1 Tapung secara simbolis mengalungkan bunga kepada Koordinator Kerja Sama Migas Ditjen Migas, Dedi Supriyanto.

Penyambutan tersebut menjadi warna tersendiri dalam agenda kunjungan yang bertujuan meninjau secara langsung pelaksanaan program PPM yang telah dilaksanakan oleh KKKS Texcal Energy Mahato.

Setelah penyambutan, rombongan kemudian diarahkan menuju ruang pertemuan untuk mengikuti rangkaian acara bersama Kepala SMA Negeri 1 Tapung, jajaran guru, dan komite sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Koordinator Kerja Sama Migas Ditjen Migas Dedi Supriyanto, Frieski Maharta Wibawa Putra selaku Subkoordinator Kerja Sama Multilateral dan Regional Migas, Syarif Hidayat selaku Penelaah Teknis Kebijakan Migas, serta Waris Sambodo selaku Analis Kebijakan Muda.

Turut hadir jajaran SKK Migas Perwakilan Sumbagut, di antaranya Fatimah Usman, Saidan, dan Safitri, serta perwakilan KKKS Texcal Energy Mahato, Viqi Kurniawan dan Aninda.

Neneng Susanti: 25 Tahun Mengabdi di SMA Negeri 1 Tapung.

Kepala SMA Negeri 1 Tapung, Neneng Susanti, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ditjen Migas, SKK Migas, dan KKKS Texcal Energy Mahato ke sekolah yang dipimpinnya.

Neneng menuturkan, dirinya telah mengabdi di SMA Negeri 1 Tapung sejak tahun 2001. Meskipun saat ini dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah selama sekitar dua setengah tahun, ia mengaku memiliki ikatan panjang dengan sekolah tersebut sebagai seorang guru.

“Saya menjadi kepala sekolah sudah sekitar dua setengah tahun. Namun, sebenarnya saya sudah menjadi guru di sini sejak tahun 2001. Jadi, kurang lebih seperempat abad saya mengabdi di SMA Negeri 1 Tapung,” ujar Neneng.

Ia menjelaskan, SMA Negeri 1 Tapung berdiri di atas lahan sekitar empat hektare dengan jumlah peserta didik mencapai 788 siswa yang terbagi dalam 23 rombongan belajar.

Rinciannya, kelas X terdiri dari tujuh rombongan belajar, kelas XI delapan rombongan belajar, dan kelas XII juga delapan rombongan belajar. Sementara jumlah tenaga pendidik dan guru di sekolah tersebut mencapai sekitar 54 orang.

Neneng juga menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Tapung telah berstatus sebagai sekolah negeri sejak tahun 1999.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan pembangunan mushola yang diberikan melalui program PPM KKKS Texcal Energy Mahato.

Menurutnya, keberadaan mushola tersebut telah dimanfaatkan secara aktif oleh warga sekolah, khususnya untuk kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah dan kultum setiap Jumat.

“Mushola yang dibangun melalui dukungan program tersebut sudah kami manfaatkan. Setiap Jumat kami melaksanakan kultum dan kegiatan ibadah berjamaah. Kami juga telah menambah fasilitas tempat wudu dan saat ini pembangunan tersebut sudah selesai, tinggal melengkapi beberapa bagian pendukung,” jelasnya.

Neneng menambahkan, SMA Negeri 1 Tapung merupakan sekolah dengan latar belakang warga sekolah yang beragam, baik dari sisi suku maupun agama.

Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Di sekolah kami terdapat keberagaman suku, seperti Minang, Ocu, Batak, Jawa dan lainnya. Dari sisi agama juga beragam, terdapat siswa dan guru beragama Islam, Kristen, Katolik dan Protestan. Semua dapat menjalankan kegiatan keagamaannya masing-masing dengan baik,” ungkapnya.

SKK Migas: PPM Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat.

Perwakilan SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Safitri, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) hulu migas di wilayah kerja Mahato.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi SKK Migas dan Ditjen Migas untuk melihat secara langsung pelaksanaan program yang telah dijalankan oleh KKKS.

“Kami dari SKK Migas Perwakilan Sumbagut mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Kegiatan hari ini merupakan kunjungan lapangan dalam rangka pengawasan Program Pengembangan Masyarakat hulu migas wilayah kerja Mahato di Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Tapung,” ujar Safitri.

Menurutnya, pengawasan lapangan memiliki arti penting untuk memastikan program PPM benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional kegiatan hulu migas.

“Bagi kami, kunjungan ini sangat penting karena menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program PPM. Ini juga menjadi bahan evaluasi bagi SKK Migas bersama KKKS agar program yang dilaksanakan ke depan dapat semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Safitri juga membuka ruang bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk memberikan masukan maupun rekomendasi terhadap pelaksanaan program PPM.

“Kami berharap masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan PPM ke depan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar,” tuturnya.

Ditjen Migas Apresiasi Sambutan dan Manfaat Program PPM.

Sementara itu, Koordinator Kerja Sama Migas Ditjen Migas, Dedi Supriyanto, mengapresiasi sambutan yang diberikan pihak SMA Negeri 1 Tapung.

Ia menyebut, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pengembangan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh KKKS Texcal Energy Mahato.

Dedi juga mengapresiasi kreativitas para siswa yang menyambut kedatangan rombongan dengan pertunjukan pencak silat.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan yang luar biasa dari pihak sekolah. Penampilan pencak silat para siswa juga sangat menarik. Terima kasih kepada Kepala Sekolah, komite, jajaran guru, staf, para siswa, serta seluruh pihak yang telah menyambut kami dengan baik,” ujar Dedi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KKKS Texcal Energy Mahato atas dukungan pembangunan mushola di lingkungan SMA Negeri 1 Tapung.

Menurutnya, manfaat sebuah program dapat dilihat ketika fasilitas yang dibangun benar-benar digunakan dan dirasakan oleh masyarakat.

“Kami melihat bahwa pembangunan mushola ini telah dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan fasilitas tersebut dapat terus memberikan manfaat dan menjadi tempat untuk mendukung kegiatan ibadah serta pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Penanaman Pohon dan Peninjauan Mushola.

Selain mengikuti rangkaian acara dan dialog bersama pihak sekolah, Tim Ditjen Migas, SKK Migas, dan KKKS Texcal Energy Mahato juga melakukan kegiatan seremonial penanaman pohon di lingkungan SMA Negeri 1 Tapung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat manfaat program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas.

Rombongan kemudian meninjau langsung kondisi bangunan mushola yang menjadi salah satu bentuk dukungan program PPM KKKS Texcal Energy Mahato.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah melakukan peninjauan dan berdialog bersama pihak sekolah, rombongan kemudian berpamitan untuk melanjutkan agenda berikutnya.

Example 600x300
error: Content is protected !!