Republikmata.co.id, KAMPAR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kampar menargetkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) mencapai Rp60 miliar pada 2027. Untuk mewujudkan target tersebut, BAZNAS akan menggenjot pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga ke Koperasi Unit Desa (KUD), perusahaan, serta sektor-sektor potensial lainnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kampar, Arizon, S.E., mengatakan perluasan jaringan UPZ menjadi salah satu program prioritas kepengurusan yang baru. Menurutnya, semakin banyak UPZ yang terbentuk, semakin besar pula potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Kampar.
«”Ke depan kami akan membentuk UPZ di setiap KUD, perusahaan, serta sektor-sektor potensial lainnya. Ini menjadi strategi kami untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat di Kabupaten Kampar,” ujar Arizon kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).»
Selain memperluas pembentukan UPZ, BAZNAS Kampar juga akan memperkuat sinergi dengan para ustaz, dai, serta jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para muzakki, khususnya di wilayah pedesaan, kawasan perkebunan, dan lingkungan koperasi yang memiliki potensi zakat cukup besar.
Arizon menjelaskan, dana ZIS yang berhasil dihimpun akan disalurkan untuk berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, bantuan biaya kesehatan bagi warga duafa, bantuan modal usaha produktif, hingga program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ia optimistis target penghimpunan ZIS sebesar Rp60 miliar pada 2027 dapat tercapai dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Melalui penguatan UPZ hingga tingkat bawah, BAZNAS Kampar berharap manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Kampar.**















