Republikmata.co.id, Kampar – Desakan berbagai elemen masyarakat agar dugaan pencemaran Sungai Koto Kampar Hulu segera diusut akhirnya mendapat respons. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan sekaligus mengambil sampel air yang kini sedang menjalani pengujian di laboratorium.
Desakan tersebut muncul setelah warga menyoroti perubahan kondisi air sungai yang dinilai tidak seperti biasanya. Masyarakat meminta pemerintah mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh serta menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.
Selain meminta kepastian hasil uji laboratorium, elemen masyarakat juga mendesak agar apabila nantinya terbukti terjadi pencemaran, pemerintah segera mengidentifikasi sumber penyebabnya dan mengambil langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Desakan masyarakat itu turut mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Jihad Aqsha, S.E., dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Kampar I. Menurutnya, langkah cepat DLH harus dikawal hingga tuntas agar masyarakat memperoleh kepastian.
“Kami mengapresiasi DLH yang sudah turun ke lapangan. Namun, masyarakat berhak mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium. Jika nantinya terbukti terjadi pencemaran, sumbernya harus diusut dan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya pada pengambilan sampel,” tegas Jihad Aqsha.
Ia menilai Sungai Koto Kampar Hulu merupakan sumber kehidupan masyarakat sehingga setiap dugaan pencemaran harus ditangani secara serius, transparan, dan profesional.
Sementara itu, perwakilan DLH Kabupaten Kampar, Rinal, membenarkan sampel air dari lokasi telah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
“Itu (sampel air) dimasukkan ke laboratorium dulu,” kata Rinal saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
Menurut Rinal, hasil pengujian laboratorium paling cepat dapat diketahui dalam waktu 14 hari kerja.
“Hasilnya kan sedang diuji di lab. Itu 14 hari kerja kalau paling cepatnya,” ujarnya.
Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab, mengatakan pemerintah kecamatan kini menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan DLH Kabupaten Kampar sebagai dasar untuk mengetahui kondisi sungai secara pasti.
“Kita menunggu hasil uji laboratorium. Informasi dari DLH, hasilnya paling cepat keluar dalam 14 hari kerja,” kata Ahmad Begab.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pengujian sampel air masih berlangsung. Elemen masyarakat berharap hasil laboratorium segera diumumkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi pemerintah sekaligus menjadi dasar langkah penanganan lebih lanjut apabila ditemukan adanya pencemaran di Sungai Koto Kampar Hulu.















