Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
Kabupaten Kampar

Tak Tahan Resah, Emak-emak di Tapung Geruduk Warung Remang-remang, Desak APH Tutup Tempat Diduga Prostitusi

12
×

Tak Tahan Resah, Emak-emak di Tapung Geruduk Warung Remang-remang, Desak APH Tutup Tempat Diduga Prostitusi

Sebarkan artikel ini

Republikmata.co.id, Kampar – Puluhan emak-emak yang merupakan warga RT 20 RW 05 Dusun IV, Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menggelar aksi damai dengan mendatangi sejumlah warung remang-remang di sepanjang Jalan Lintas Sumatra, Kamis (9/7/2026). Mereka menuntut aparat segera menertibkan tempat yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung.

 

Example 600x300

Aksi dimulai pada sore hari. Massa yang mayoritas ibu rumah tangga berjalan kaki menyusuri Jalan Lintas Sumatra sambil membawa spanduk berisi tuntutan. Kehadiran mereka menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

 

Dalam aksi itu, warga menyampaikan keresahan atas keberadaan sejumlah warung yang menurut mereka sudah lama beroperasi dan diduga menyediakan perempuan untuk praktik prostitusi serta minuman beralkohol. Warga menilai kondisi tersebut telah mengganggu ketenteraman lingkungan.

 

Salah satu spanduk yang dibawa peserta aksi bertuliskan, “Apa kerja APH Kampar? Kami warga RT 20 Desa Gading Sari tidak setuju dengan maraknya cafe/warung esek-esek di daerah kami karena sangat meresahkan masyarakat.”

 

Setibanya di salah satu warung yang menjadi sasaran aksi, massa langsung berkumpul di depan bangunan. Seorang koordinator aksi kemudian menyampaikan orasi.

 

“Ibu-ibu, mau lingkungan kita dikotori?” teriaknya.

 

“Tidak…!” jawab massa serempak.

 

“Kalau begitu bagaimana?”

 

“Tutup…! Tutup…! Tutup…!” pekik para peserta aksi sambil mengangkat tangan.

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kampar bersama aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas di lokasi tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum maupun perizinan, mereka meminta agar dilakukan penindakan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Aksi berlangsung dalam kondisi tertib dan kondusif. Tidak terlihat adanya tindakan anarkis selama penyampaian aspirasi berlangsung.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Kampar terkait tuntutan warga tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan atas aksi yang dilakukan warga Desa Gading Sari.

Example 600x300
error: Content is protected !!