Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
Ragam

Harga Sawit Dunia Stabil, TBS Petani Kampar Tetap Tertekan, Ada Apa dengan PKS?

15
×

Harga Sawit Dunia Stabil, TBS Petani Kampar Tetap Tertekan, Ada Apa dengan PKS?

Sebarkan artikel ini

Republikmata.co.id, Kampar – Di saat harga minyak sawit mentah (CPO) dunia relatif stabil dan menunjukkan tren yang cukup baik, petani sawit di Kabupaten Kampar justru masih mengeluhkan rendahnya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang mereka terima dari sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan petani. Pasalnya, ketika harga sawit global tidak mengalami penurunan signifikan, harga TBS di tingkat petani justru masih berada di bawah harapan.

Example 600x300

Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kampar pun angkat bicara. Pemerintah meminta seluruh PKS agar tidak bermain-main dalam menentukan harga dan wajib mengacu pada harga penetapan resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Di lapangan, masih ditemukan keluhan petani terkait harga pembelian yang dinilai tidak sejalan dengan harga penetapan pemerintah. Akibatnya, petani kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari ketidakseimbangan tata niaga sawit.

“Kalau harga dunia stabil, seharusnya petani juga ikut menikmati. Jangan sampai keuntungan hanya berputar di tingkat perusahaan sementara petani terus menanggung beban,” ungkap seorang petani sawit di Kampar.

Disbun Kampar menegaskan bahwa harga penetapan pemerintah dibuat melalui mekanisme resmi dengan mempertimbangkan harga CPO, inti sawit, hingga berbagai komponen biaya lainnya. Karena itu, PKS diminta tidak menetapkan harga secara sepihak yang berpotensi merugikan petani.

Fenomena ini kembali membuka persoalan lama dalam tata kelola sawit. Petani kerap berada pada posisi lemah karena bergantung pada pabrik sebagai pembeli utama hasil panen mereka. Ketika harga dipotong atau tidak sesuai ketetapan, pilihan petani sangat terbatas.

Pemerintah Kabupaten Kampar kini didorong untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh PKS yang beroperasi di wilayahnya. Transparansi harga dan kepatuhan terhadap aturan dinilai menjadi kunci agar petani tidak terus-menerus menjadi korban dalam rantai bisnis sawit yang nilainya mencapai miliaran rupiah setiap hari.

Di tengah tingginya kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian daerah, petani berharap keberpihakan pemerintah tidak berhenti pada imbauan semata, melainkan diwujudkan melalui pengawasan nyata dan tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti mengabaikan aturan harga yang telah ditetapkan.

Example 600x300
error: Content is protected !!