Pekanbaru — Maraknya peredaran buah-buahan segar impor di wilayah Riau kembali menjadi sorotan. Dalam pantauan wartawan di lapangan, sebuah mobil truk bermuatan buah-buahan diduga impor terlihat melakukan aktivitas bongkar muat di wilayah Kota Pekanbaru secara terang-terangan.
Buah-buahan seperti mangga dan komoditas segar lainnya diduga berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Aktivitas distribusi tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait jalur masuk barang serta legalitas dokumen impor yang dimiliki. Sabtu (9/5/2026).
Ironisnya, praktik bongkar muat itu berlangsung tanpa terlihat adanya pengawasan ketat dari instansi terkait. Kondisi ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak yang menilai aparat penegak hukum dan instansi pengawasan seolah tutup mata terhadap maraknya dugaan peredaran buah impor ilegal di Riau.
Riau yang dikenal memiliki banyak akses jalur laut dinilai sangat rawan menjadi pintu masuk barang-barang impor nonprosedural. Jika benar komoditas hortikultura tersebut masuk tanpa pemeriksaan resmi dan karantina, maka potensi kerugian negara serta ancaman terhadap produk pertanian lokal menjadi persoalan serius yang tidak bisa dianggap remeh.
Selain berpotensi merugikan petani lokal, masuknya buah-buahan tanpa pengawasan ketat juga dikhawatirkan membawa risiko terhadap keamanan pangan dan penyebaran hama penyakit tanaman dari luar negeri.
Publik kini mempertanyakan sejauh mana keseriusan pengawasan yang dilakukan aparat penegak hukum, termasuk jajaran kepolisian dan Bea Cukai di wilayah Riau. Pasalnya, aktivitas distribusi buah impor dalam jumlah besar dinilai sulit terjadi tanpa adanya kelonggaran pengawasan di lapangan.
Masyarakat mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap jalur distribusi dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik masuknya buah impor secara ilegal ke wilayah Riau. Aparat diminta tidak hanya fokus pada penindakan kecil di lapangan, tetapi juga membongkar aktor besar yang diduga bermain di balik distribusi komoditas tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas bongkar muat buah-buahan yang diduga impor tersebut di Kota Pekanbaru.















