Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
Kabupaten KamparRagam

Paket MBG Dipertanyakan, SPPG Kijang Jaya dan Kota Bangun Disorot Soal Nilai Riil Rp10 Ribu per Hari

32
×

Paket MBG Dipertanyakan, SPPG Kijang Jaya dan Kota Bangun Disorot Soal Nilai Riil Rp10 Ribu per Hari

Sebarkan artikel ini

KAMPAR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadhan yang dijalankan di Kecamatan Tapung Hilir menuai sorotan. Sejumlah orangtua siswa mempertanyakan kesesuaian nilai paket makanan dengan alokasi anggaran Rp10.000 per hari per anak sebagaimana ditetapkan pemerintah.

Keluhan itu mengemuka setelah warga menerima paket MBG dari SPPG Kota Bangun dan SPPG Kijang Jaya, lalu membandingkan isi paket dengan harga pasaran. Selasa (24/2/2026).

Example 600x300

Hitung-hitungan Warga: Tak Sampai Rp10 Ribu per Hari?

Berdasarkan dokumentasi yang diterima media, paket dari SPPG Kota Bangun untuk tiga hari berisi:

1 kotak susu

3 bungkus roti

1 kotak berisi 2 potong ayam ungkep lengkap tahu dan tempe bacem

1 bungkus kacang telur

Warga memperkirakan nilai ekonomis paket tersebut sekitar Rp24.000. Padahal jika mengacu Rp10.000 per hari, semestinya mencapai Rp30.000.

Sementara paket bundling enam hari dari SPPG Kijang Jaya berisi:

1 liter susu putih

1 kotak kurma

1 bungkus kacang

2 buah pir atau apel

3 bungkus roti manis

Menurut perhitungan kasar warga, total nilai isi paket hanya sekitar Rp44.000. Angka ini jauh di bawah nilai Rp60.000 untuk enam hari.

“Kalau dihitung harga pasaran biasa, tidak sampai Rp10 ribu per hari,” ujar salah satu orangtua siswa yang meminta namanya dirahasiakan.

LSM WHN Kampar Minta Aparat Turun Tangan

Sorotan juga datang dari Wahana Hukum Nusantara (WHN) Kabupaten Kampar. Ketua WHN Kampar, Udo Muslim, menyebut perlu ada transparansi terbuka dari pihak penyelenggara SPPG.

Menurutnya, jika benar terdapat selisih nilai per paket dalam skala besar, maka potensi akumulasi keuntungannya tidak kecil.

“Kalau ada selisih Rp15 ribu sampai Rp16 ribu per paket enam hari, tinggal dikalikan jumlah siswa penerima. Ini yang harus dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan,” tegasnya.

WHN meminta Aparat Penegak Hukum melakukan kroscek mendalam guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan hak gizi anak.

Klarifikasi SPPG Kijang Jaya: Nilai Sesuai Rp60 Ribu

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SPPG Kijang Jaya, Fina Imelda, memberikan rincian harga melalui pesan WhatsApp kepada media.

Ia menjelaskan paket bundling enam hari mengikuti mekanisme sekolah dengan rincian estimasi harga sebagai berikut:

Susu 1 liter: Rp23.000

Roti (3 pcs): Rp6.000

Kacang polong 120 gram: Rp6.000

Pir madu (2 buah): Rp15.000

Kurma 130 gram (Mesir King Premium): Rp10.000

Total estimasi: Rp59.000–Rp61.000.

Menurutnya, harga tersebut sudah sesuai dengan alokasi Rp10.000 per hari selama enam hari. Ia juga menyebut adanya pertimbangan efisiensi pembelian untuk meminimalisir risiko barang rusak.

SPPG Kota Bangun Belum Menjawab

Berbeda dengan SPPG Kijang Jaya, hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Kota Bangun, Robi Anggara, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan media. Redaksi menyatakan tetap membuka ruang klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan.

Transparansi Jadi Kunci

Program MBG merupakan langkah strategis dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, ketika muncul perbedaan persepsi antara hitungan warga dan klaim penyelenggara, transparansi menjadi harga mati.

Publik kini menunggu apakah instansi terkait di Kabupaten Kampar akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit komponen harga dan mekanisme distribusi.

Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar angka Rp10.000 per hari — melainkan hak gizi anak-anak dan integritas pelaksanaan program pemerintah di lapangan.

Example 600x300
error: Content is protected !!