Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
Kabupaten Kampar

Marwah Pasien Terluka, Kapus Bangkinang Kota Diduga ‘Cuci Tangan’ Soal Pelecehan oleh Stafnya

131
×

Marwah Pasien Terluka, Kapus Bangkinang Kota Diduga ‘Cuci Tangan’ Soal Pelecehan oleh Stafnya

Sebarkan artikel ini

Republikmata.co.id, BANGKINANG – Slogan pelayanan prima di Puskesmas Bangkinang Kota kini dipertanyakan. Dugaan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh oknum pegawai berinisial VN (Vera) terhadap seorang ibu (pasien) berbuntut panjang. Pasalnya, hingga detik ini, Kepala Puskesmas (Kapus) dr. Yudi, dinilai gagal menunjukkan integritas kepemimpinan dengan tidak adanya permintaan maaf secara resmi kepada korban.

 

Example 600x300

Keluarga korban merasa geram dengan sikap dr. Yudi yang seolah-olah menganggap masalah ini sudah selesai di hadapan media. Kenyataannya, permintaan maaf yang diharapkan bukanlah sekadar tegur sapa saat berpapasan di jalan, melainkan bentuk pertanggungjawaban formal atas insiden yang terjadi di ruang lingkup instansi negara pada jam kerja.

 

“Jangan bicara di media seolah masalah sudah clear. Kami ini rakyat kecil, tapi kami punya harga diri. Ibu saya datang mengikuti prosedur untuk berobat, bukan untuk dilecehkan secara verbal atau sikap oleh staf bernama Vera,” ujar perwakilan keluarga korban dengan nada tegas pada Rabu (17/12/2025).

 

Keberadaan Vera, oknum staf yang terlibat, hingga kini dipertanyakan karena belum juga menunjukkan “batang hidungnya” untuk meminta maaf secara langsung. Ketidakhadiran pelaku dan sikap defensif dari pimpinan Puskesmas dianggap sebagai preseden buruk bagi layanan kesehatan di Bangkinang.

 

Keluarga korban menegaskan bahwa insiden ini terjadi di lingkup formal. Maka, penyelesaiannya pun harus dilakukan secara profesional dan resmi, bukan secara personal di pinggir jalan.

Tuntutan Profesionalitas dr. Yudi

Masyarakat kini menagih keberanian dr. Yudi sebagai Kepala Puskesmas untuk bertindak bijak dan tidak melindungi bawahan yang melakukan kesalahan. Kepemimpinan yang profesional diuji saat ada bawahan yang melanggar kode etik pelayanan publik.

 

“Kami hanya minta satu hal: Minta maaf secara resmi kepada ibu saya! Itu bentuk penghargaan bapak terhadap pasien. Jika ini tidak dilakukan, maka klaim pelayanan kesehatan yang manusiawi di Puskesmas Bangkinang Kota hanyalah omong kosong,” tambahnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, publik menunggu langkah nyata dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk mengevaluasi kinerja manajemen Puskesmas Bangkinang Kota agar kejadian serupa tidak terulang kepada rakyat kecil lainnya. (***)

Example 600x300
error: Content is protected !!