Scroll untuk baca artikel
Example 600x300
HukrimKota Pekanbaru

Kampar Dikepung Galian C Ilegal dan Dugaan Solar Subsidi: Jelang Kunjungan Kapolri, Desakan Evaluasi Kapolres Menguat!

59
×

Kampar Dikepung Galian C Ilegal dan Dugaan Solar Subsidi: Jelang Kunjungan Kapolri, Desakan Evaluasi Kapolres Menguat!

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa, Kapolri, Jenderal Pol Sigit Listyo, Kapolres Kampar dan Kasatreskrim Polres Kampar.

PEKANBARU— Gelombang kritik terhadap penanganan aktivitas galian C ilegal di Kabupaten Kampar kian meluas. Sejumlah aktivis dan LSM menyatakan akan memanfaatkan momentum kunjungan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka terkait dugaan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.

Mereka mendesak Polda Riau dan Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kapolres Kampar dan Kasatreskrim Polres Kampar, menyusul temuan dan laporan masyarakat yang terus berulang. Minggu (1/3/2026).

Example 600x300

Titik-Titik Aktivitas Disebut Menyebar

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber lapangan serta hasil investigasi, aktivitas galian C diduga tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Kampar, Tambang, Bangkinang, Tapung Hulu, Tapung, Siak Hulu, Kampar Kiri. kuok, Salo, Kampar Kiri, 13 Koto Kampar, Hingga Kecamatan Kampar Utara

Di beberapa lokasi tersebut, alat berat dilaporkan beroperasi relatif terbuka, sementara truk pengangkut material keluar-masuk tanpa hambatan berarti. Warga menyebut aktivitas tersebut berlangsung bukan dalam hitungan hari, melainkan sudah cukup lama.

“Ini bukan satu titik saja. Hampir di beberapa kecamatan ada aktivitas serupa. Publik tentu bertanya, sejauh mana pengawasan dilakukan,” ujar seorang perwakilan LSM.

Dampak Lingkungan dan Dugaan Solar Subsidi

Selain berdampak pada perubahan bentang alam, sedimentasi, dan kerusakan jalan akibat lalu lintas truk bertonase besar, muncul pula dugaan penggunaan BBM subsidi jenis Solar untuk operasional alat berat di sejumlah titik.

Sumber di lapangan menyebutkan adanya indikasi penggunaan Solar subsidi oleh oknum pengusaha tambang untuk menekan biaya operasional. Jika temuan ini terbukti, maka persoalan tidak lagi sebatas dugaan tambang ilegal, melainkan juga potensi penyalahgunaan distribusi energi bersubsidi yang diawasi ketat oleh negara.

“Kalau benar menggunakan Solar subsidi, ini harus ditelusuri sampai ke rantai pasoknya. Siapa pemasoknya, bagaimana distribusinya,” kata salah satu aktivis lingkungan.

Kunjungan Kapolri Jadi Ujian Serius

Kunjungan Kapolri ke Kabupaten Kampar dalam rangka peresmian Jembatan Merah Putih dipandang sebagai momentum strategis. Elemen masyarakat disebut tengah menyiapkan catatan dan dokumentasi untuk disampaikan secara langsung.

Mereka berharap kedatangan pimpinan tertinggi Polri tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi titik awal evaluasi objektif terhadap kinerja aparat di daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kapolres Kampar maupun Kasatreskrim Polres Kampar terkait tudingan pembiaran aktivitas galian C ilegal dan dugaan penggunaan Solar subsidi di sejumlah kecamatan tersebut.

Dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, publik kini menanti langkah konkret dari Polda Riau dan Polri untuk memastikan penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan tanpa kompromi.

Example 600x300
error: Content is protected !!