Republikmata.co.id, BANGKINANG KOTA – Dua proyek bernilai miliaran rupiah di jantung Kota Bangkinang kembali menuai sorotan tajam publik. Proyek renovasi Islamic Center Bangkinang dan pelebaran Jalan Soebrantas menuju Kantor Bupati Kampar hingga Rabu (31/12/2025) tak kunjung rampung meski tahun anggaran telah berakhir.
Pantauan di lapangan, kondisi Islamic Center Bangkinang terlihat belum layak digunakan. Pekerjaan fisik masih tersisa, material berserakan, dan aktivitas proyek terkesan setengah hati. Padahal, bangunan tersebut merupakan ikon keagamaan dan kebanggaan masyarakat Kampar yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Hal serupa juga terjadi pada proyek pelebaran Jalan Soebrantas, jalur vital menuju pusat pemerintahan Kabupaten Kampar. Pekerjaan yang tak kunjung selesai tepat waktu.
Kondisi ini memicu kemarahan warga Bangkinang Kota. Mereka menilai keterlambatan tersebut sebagai bentuk kegagalan perencanaan dan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Ini proyek miliaran, bukan proyek tambal sulam. Tapi hasilnya seperti kerja asal jadi. Tahun sudah berganti, proyek masih terbengkalai. Jangan-jangan ada yang bermain di balik ini,” tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mempertanyakan komitmen kontraktor dan keseriusan Pemkab Kampar dalam menegakkan aturan. Jika proyek tidak selesai tepat waktu, publik menuntut adanya sanksi tegas, bukan sekadar adendum kontrak yang kerap dijadikan jalan aman.
“Kalau rakyat telat bayar pajak, langsung ditindak. Tapi kalau proyek molor, selalu ada toleransi. Di mana keadilan?” sindir warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari dinas terkait maupun pihak kontraktor mengenai penyebab keterlambatan dua proyek strategis tersebut.
Masyarakat Bangkinang Kota mendesak inspektorat, DPRD Kampar, hingga aparat penegak hukum untuk turun tangan mengaudit dan mengusut proyek-proyek yang menguras uang rakyat namun tak memberikan hasil sesuai janji.
“Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan. Jangan biarkan proyek miliaran berubah menjadi monumen kegagalan di akhir tahun,” tutup warga dengan nada geram.(***)













